Dampak Penggunaan Gadget terhadap Interaksi Sosial Siswa: Studi Kasus di SD Negeri Pintu Kuari
Keywords:
Digital Literacy, Elementary School Students, Gadget, Social InteractionAbstract
Abstrak
Idealnya, anak usia sekolah dasar menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk berinteraksi sosial secara langsung, seperti bermain, mengobrol, dan bekerja sama dengan teman sebaya maupun anggota keluarga, sebuah pengalaman yang menumbuhkan empati, kemampuan komunikasi, dan rasa memiliki terhadap lingkungan sosialnya. Realitanya, siswa masa kini justru semakin banyak menghabiskan waktu tersebut dengan gawai, yang lebih sering digunakan untuk bermain gim, menonton video, dan bermedia sosial ketimbang untuk belajar, sehingga interaksi tatap muka perlahan kehilangan porsinya dalam keseharian mereka. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana penggunaan gadget membentuk pola interaksi sosial siswa di SD Negeri Pintu Kuari serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat interaksi yang sehat di lingkungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif, dengan menggabungkan observasi di ruang kelas, wawancara semi terstruktur dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi, yang kemudian ditriangulasi untuk memperkuat kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang intensif dan tanpa pendampingan berkaitan dengan berkurangnya waktu bercakap-cakap antarteman, melemahnya partisipasi dalam permainan kelompok, serta munculnya kecenderungan individualistis, meskipun penggunaan yang terarah juga membuka peluang manfaat edukatif. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi praktis bagi guru dan orang tua dalam menyeimbangkan literasi digital dengan pemeliharaan kompetensi sosial tatap muka anak.



